PEMIKIRAN KALAM MODERN
1. Jamaludin Al-Afgani dan Muhammad Abduh
Jamaluddin
Al Afghani lahir di Asadabad 1254 H/ 1838 M. Madzhab yang dianut oleh
Afgani adalah Hanafi. Meskipun ia mengikuti madzhab tertentu tetapi
komitmennya terhadap Sunnah luar biasa. Ia juga konsisten terhadap
pokok-pokok dan cabang dari madzhabnya, semangat beragamanya sebagaimana
pengakuan orang-orang yang hidup pada masanya tak tertandingi.
Pemikiran Afghani dan gaya hidupnya mempunyai beberapa karakteristik
antara lain :
- Watak ruhiyyah yang bisa dilihat dari segala tindakan Afghani baik ketika mengucapkan kata-katanya atau ketika ia diam.
- Jiwa agamis yang melekat pada Afghani yang mewarnai semua ide-ide dan angan-angannya.
- Kesadaran Moral yang tinggi yang menguasai seluruh perbuatannya.
Afghani
berusaha untuk menyemangati umat Islam untuk melakukan ijtihad dan
tidak pasrah mengikuti pendapat orang tanpa mengetahui landasan dalil
alias bertaklid buta. Afghani juga mengkritisi kaum fatalis yang tidak
mau berjuang untuk mengusir penjajah dan hanya mengharapkan turunnya
pertolongan Allah tanpa melakukan usaha dan ikhtiar. Afghani juga
mengatakan bahwa tak ada orang islampun baik ia Sunni, Zaidiyyah,
Ismailiyyah, Wahabi, atau Khawarij yang berfaham Jabriyyah ( fatalisme
), bahkan semua aliran tersebut berpendapat bahwa manusia diberikan
kebebasan untuk melakukan perbuatannya dan inilah sebenarnya arti dari
kebijaksanaan Tuhan dan keadilannya sehingga hanya orang yang beramal
baik yang akan mendapat pahala surga dan orang yang beramal jahat yang
akan mendapat siksa neraka. Tapi seorang muslim yang lurus menurut
Afghani harus meyakini kebenaran qadla` dan qadar sebab iman kepada
keduanya didasarkan pada nash yang qath`I dan sesuai dengan fitrah
manusia
Syekh Muhammad Abduh yang mempunyai nama lengkap Muhammad
bin abduh bin Hasan Khairullah dilahirkan di desa Mahallat Nashr
kabupaten Al-buhairah, Mesir tahun 1849 M. Diantara pemikkiran-pemikiran
kalam Muhammad Abduh yaitu:
Membebaskan akal pikiran dari
belenggu-belenggu taqlid yang menghambat perkemnbangan pengetahuan agama
sebagaimana haknya salaf al-ummah (ulama sebelum abad ke-3
Hijriyah)sebelum timbul perpecahan; yaknimemahami langsung dari sumber
pokoknya AL-Qur’an.
Memperbaiki gaya bahasa Arab, baik yang
digunakan dalam percakapan resmidi kantor-kantor pemerintahmaupun dalam
tulisan-tulisan di media massa.
2. M. Iqbal
Muhammad Iqbal lahir
di Sialkot tahun 1873 dan berasal dari kasta brahmana khasmir dari
seorang ayah yang bernama Nur Muhammad yang yang menjadi guru
pertamanya.
M.Iqbal lebih dikenal sebagai seorang filosof
eksistensialis daripada seorang teolog, sehingga agak sulit untuk
menemukan pandangannya mengenai wacana kalam, namun ia sering
menyinggung beberapa aliran kalam yang pernah muncul dalam sejarah
islam.Islam dalam pandangan Iqbal menolak konsep lama yang bersifat
statis. Menurut dia Islam, mempertahankan konsep dinamis dan mengakui
adanya gerak perubahan dalam kehidupan social manusia. Menurutnya tujuan
diturunkannya Al-qur’an adalah untukmembangkitkan kesadaran manusia
sehingga mampu menerjemahkan dan menerjemahkan nas-nas Al-Qur’an yang
masih globaldalam realita kehidupan dengan kemampuan nalar manusia dan
dinamika masyarakat yang selalu berubah.
Diantara pemikirannya dalam
kalam yaitu tentang teologi, dia melihat teologi sebagai ilmu yang
berdimensi keimanan dan mendasarkan pada esensi tauhid. Dalam
membuktikan eksistensi Tuhan Iqbal menolak kosmologis, ontologis maupun
argument teleologis. Dalam setiap kuliahnya iqbal secara tegas
menyatakan bahwa Al-Qur’an menampilkan ajaran tentang kebebasan ego
manusia yang bersifat kreatif, sedangkan tentang surga dan nerak adalah
keadaan bukan tempat dan gambaran keduanya didalam Al-Qur’an adalah
penampila-penampilan kenyataan batin secara visual, yaitu sifatnya.
3. Hassan Hanafi
Hanafi
dilahirkan pada tanggal 13 Februari 1935 di Kairo dari keluarga Musisi.
Dari sekian banyak tulisan atau karyanya, Kiri Islam (Al-Yasar
Al-islami) merupakan salah satu puncak sublimasi pemikirannya semenjak
revolusi 1952.
Diantara pemikiran kalam hasan hanafi yaitu tentang
kritik terhadap teologi tradisional, ia berpendapat bahwa perlunya
mengubah orientasi perangkat konseptual system kepercayaan (teologi)
sesuai dengan perubahan konteks-politik yang terjadi. Hanafi memandang
bahwa teologi bukanlah pemikiran murni yang hadir dalam kehampaan
kesejarahan, melainkan merefleksikan konflik-konflik social pilitik.
Untuk
itu kritik teolog merupakan tindakan yang sah dan dibenarkan. Sebagai
produk pemikiran manusia, teologi terbuka untuk kritik. Dan menurutnya,
teologi bukanlah ilmu tentang Tuhan melainkan ilmu tentang kata. Ia juga
meletakkan teologi Islam tradisisonal pada tempat yang sebenarnya,
yakni bukan pada ilmu ketuhanan yang suci tapi ilmu kemanusiaan yang
tetap terbuka untuk diadakan verifikasi dan falsifikasi, baik secara
histories maupun eidetis.
Entri Populer
-
MAKALAH AKIDAH KALAM I HUBUNGAN ILMU KALAM,DENGAN FILSAFAT,DAN TASAWUF Makalah disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah ...
-
MAKALAH ASWAJA SEJARAH ASWAJA dan PERKEMBANGANNYA Makalah disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia yang diam...
-
MAKALAH AKIDAH KALAM I PEMIKIRAN KALAM DARI KELOMPOK KHAWARIJ , MURJI’AH , JABARIYAH , QODARIYAH , MU’TAZILAH , SYI’AH DAN AHLUSSUNNAH...
-
BAB I PENDAHULUAN 2.1.Latar Belakang Dalam perkembangan zaman yang semakin maju,tak luput juga perkembangan agama yang...
-
MAKALAH FIKIH SYIRKAH Makalah disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Fikih yang diampu Oleh H amka Hakim L.c ...
-
BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang I slam adalah agama yang paling benar menurut Allah.Pada surat Ali Imron:19 “S...
-
MAKALAH FIQIH SHALAT JAMA’ DAN QOSHOR Makalah disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Fiqih yang diampu Oleh Bpk. Drs.H ...
-
BAB I Pendahuluan 1.1.Latar belakang Allah SWT sebagai sang khaliq Yang maha Sempurna,menciptakan alam dan seisin...
-
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pertumbuhan yang terjadi sebagai perubahan individu lebih mengacu dan menekankan pada a...
-
Hubungan Ilmu Kalam dengan Tasawuf dan Al-Qur’an MAKALAH HUBUNGAN ILMU KALAM dengan TASAWUF dan AL-QUR’AN Makalah ini disusun untu me...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar